0853-9630-6688 / 0857-0237-4674 cs.tokoplusplus@gmail.com

Segala jenis aktifitas, baik indoor maupun outdoor, baik halus maupun kasar, semuanya memliki resiko. Berat dan ringannya tergantung pada seberapa besar hasil yang di dapat dari aktifitas tersebut. Bahkan saat sedang tidur pun, masih terdapat resiko yang mengancam, misalnya salah posisi, sesak nafas karena mendengkur, sampai mimpi buruk. Cedera paling umum saat berhubungan intim, serta cara mengatasinya (page 1).

Kesimpulannya, tidak ada aktifitas yang tidak memiliki resiko, tak terkecuali saat sedang melakukan hubungan intim. Tinggal bagaimana cara mengatasinya agar kita tetap dapat melakukan aktifitas tersebut tetapi juga terhindar dari bahaya yang mengancam dibaliknya.

Seks memang salah satu aktifitas yang sangat nikmat dan menyenangkan, dan dapat dipastikan semua orang menyukainya. Namun, bukan berarti tanpa resiko. Banyak sekali resiko cedera yang bisa saja Anda alami saat sedang berhubungan intim jika Anda ceroboh dalam beberapa hal. Terutama jika Anda termasuk penyuka rally sex, mengingat semua aktifitas seksual Anda banyak dilakukan dengan cepat dan kasar.

Durasi maksimal saat berhubungan dengan DURAMAX

Berikut ini cedera paling umum saat berhubungan intim, serta cara mengatasinya.

Cedera Vagina

Cedera vagina kerap terjadi terhadap pasangan yang baru pertama kali melakukan hubungan seksual. Kurangnya pengalaman membuat pasangan baru tersebut cepat terbuai dalam ilusi. Hal ini juga bisa saja terjadi pada pasangan yang sudah lama berhubungan, namun belum memahami tentang konsep foreplay dalam hubungan seksual.

lecetForeplay dalam berhubungan seksual sangat dibutuhkan untuk menunjang pelumasan pada rongga-rongga vagina agar kemungkinan terjadinya cedera atau bahkan trauma dapat diminimalkan. “cedera pada vagina tak hanya dapat menyebabkan rasa sakit, dan pendarahan, tapi juga dapat menyebabkan infeksi,” kata Dr. Moore. Sobeknya kulit sensitif vagina sering terjadi saat seorang wanita melakukan hubungan intim, namun pada bagian tersebut tidak cukup terlumasi, akbatnya vagina tidak seelastis seharusnya, dan saat itulah vagina Anda akan menjerit melebihi jeritan Anda ketika berada dalam lembah kenikmatan.

Tetapi Anda tak perlu khawatir, cedera pada vagina biasanya cepat sembuh. Bahkan hanya dalam hitungan jam saja setelah Anda berhubungan seks. Yang patut Anda curigai adalah, jika dalam satu atau dua hari baik rasa sakit maupun pendarahannya tidak mereda atau berhenti, maka segeralah pergi ke dokter untuk mengkonsultasikan hal tersebut.

Untuk itu, karena Anda pasti tak ingin mengalami hal tersebut (cedera vagina), maka untuk Anda perhatikan, sebelum melakukan penetrasi, pastikan bahwa vagina pasangan Anda telah terlumasi dengan baik. Atau Anda mempunyai inisiatif untuk membeli pelumas khusus di toko terdekat.

Jangan biarkan diabetes menghalangi Anda saat beraksi, XCURE!!!

Cedera Dubur

Tak ubahnya cedera vagina, cedera pada anus juga akan terjadi bila kurang mendapatkan pelumasan pada saat Anda melakukan hubungan seks anal. Karena anus tidak dapat secara alami melumasi sendiri, pelumas buatan adalah hal wajib saat Anda akan melakukan seks dubur atau jenis permainan anal lainnya.cideradubur
Pada dubur, cedera juga harus sembuh dalam kurun 1-2 hari. Tapi jika Anda melihat pendarahan atau rasa sakit yang berlebihan, sebaiknya segera konsultasikan ke dokter. Cedera anal dapat lebih berisiko daripada cedera vagina. Itu semua karena anus mengandung bakteri yang berpotensi berbahaya. Dan juga karena jaringan di anus sangat tipis, jauh lebih tipis dari vagina. Bakteri dan mikroba berbahaya lainnya – seperti gonore, klamidia, dan HIV, misalnya – dapat lebih mudah masuk melalui bekas luka dan lecet dan masuk ke aliran darah.

Pertahankan stamina Anda saat bercinta, LHIFORMEN!!!

Nyeri Luar Biasa Pada Vagina

Cedera paling umum saat berhubungan intim, serta cara mengatasinya (page 1)Ketika membahas pada trauma berupa luka seks, Dr. Moore mengatakan bahwa dia sering mendengar tentang nyeri pada vagina. “Rasa sakit akan sembuh seiring berjalannya waktu,” jelasnya. “Tapi Anda harus berhenti melakukan beraktifitas untuk membantu meringankan rasa sakit itu.” Untuk mengobati vagina yang berair, pegal, atau bau tak sedap setelah berhubungan seks, minum obat penghilang rasa sakit seperti ibuprofen. Perendaman dalam bak mandi dapat membantu mengurangi rasa sakit juga. Jika Anda sering mengalaminya pasca seks, tetapi tidak yakin apa penyebabnya, Dr. Moore menyarankan untuk mengevaluasi keadaan suasana saat becinta. Apakah Anda terlalu kasar? Mungkin mengambil intensitas bagai sedang menuruni tangga. Apakah pasangan Anda melakukan banyak dorongan cepat tanpa cukup pelumasan? Jika keduanya tidak dapat menikmati kelembutan sex, dokter Anda dapat membantu Anda menentukan masalahnya.

baca juga: 1000 Manfaat Tidak Memakai Celana Dalam Menurut Seorang Ginekolog

Terlepasnya Kondom Di Dalam Vagina

Pernahkah Anda mengalami kejadian ini, yaitu tertinggalnya kondom di dalam vagina pasangan Anda?

Cobalah untuk tetap tenang dan jangan panik, gunakanlah satu atau dua jari untuk mencoba menjangkaunya. Tapi, jika Anda enggan untuk melakukannya, cobalah untuk tetap tenang. Rasa cemas Anda akan membuat otot vagina Anda berkontraksi, sehingga berpotensi mendorongnya lebih dalam lagi menjauhi jangkauan Anda. (Tapi mustahil jika kondom sanggup melewati serviks Anda.)
“Jika Anda tidak dapat mengeluarkan kondom tepat setelah berhubungan seks, tunggulah beberapa saat hingga satu jam, atau hingga vagina akan berkontraksi dan membuatnya lebih mudah untuk dijangkau,” kata Dr. Moore. Dan jika suatu saat nanti Anda mengalaminya, tetapi terlalu takut untuk mengatasinya sendiri, maka langkah yang paling tepat adalah segera pergi ke spesialis alat kelamin dan kandungan. mereka akan membantu Anda.

Cedera paling umum saat berhubungan intim, serta cara mengatasinya (page 2)